Hai, pembaca!(eh semoga ada yang baca:v)
Kali ini aku mau berbagi sama kalian tentang pengalamanku di akhir semester kelas 9 ini. 1 bulan setengah lagi perang akan dimulai. 4 hari mematikan haa! Tentang persiapan secara materi aku belum siap semua kyyaa:v Persiapan mental Alhamdulillah aku udah siap. Udah segitu aja, intinya aku siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Aku punya target nilai tapi berusaha untuk tidak ambisius, nggak ngebet pengen dapet nilai sempurna. Keinginan sih ada, tapi aku mencoba untuk kalem dan tetep fokus sama tujuanku buat masuk di SMA yang aku inginkan.
Tentang pengalamanku di kelas 9 ini aku dapet banyak pelajaran berarti. Aku lebih dapet banyak ilmu nyata. Ilmu yang bisa aku terapin di kehidupan nyataku. Aku bisa lebih mengenal diri aku sendiri. Tentang bagaimana cara aku berteman juga mengalami perubahan. Aku belajar untuk tidak membela maupun menyudutkan salah satu pihak. Biasalah di suatu kelas pasti ada yang namanya grup, geng atau apapun namanya itu. Aku berusaha untuk netral tapi tetep berinteraksi sama orang. Dengan diriku yang sekarang aku lebih banyak berteman sama orang. Berusaha menghargai orang lain adalah tujuan utama dalam setahun terakhir kemarin. Dan Alhamdulillah aku bisa ketemu temen yang ternyata berbagai macam bentuk pemikiran.
Beda sama aku yang dulu, awal kelas 9, itu adalah masa di mana aku merasa berpikir tapi aku bingung aku sebenarnya lagi mikir apa. Aku lebih sering deg-deg an. Karena aku merasa kelas 9 adalah masa aku harus sering belajar dan menyendiri. Lebih paham tentang semua materi yang akan diujikan. Aku terlalu ambisius sama apa yang belum aku kerjakan. Aku mem-plan bahwa aku harus berprestasi di segala bidang. Aku merasa bahwa aku harus belajar siang malam tanpa henti. Ternyata pemikiranku waktu itu salah, aku malah nggak berbuat apa-apa terhadap planku itu. Aku nggak peduli sama keadaan di sekitarku, aku nggak pernah berinteraksi, aku cuek sama orang. Aku adalah tipe orang yang nggak suka basa-basi.
hufft.. Aku bersyukur banget sama diriku yang sekarang karena aku bisa melawan apa yang jelek dalam diriku dulu. Seakarng aku mau fokus sama apa yang harus aku kerjakan dan lebih banyak melakukan hal yang produktif dan positif. Tanpa ambisius dan impian yang muluk-muluk, aku takut aku terlalu terlena sama impianku dan nyatanya aku nggak melakukan hal apa-apa.
"Life is too short to learn all the knowledge that find attractive, so learn waht inspires you, only what inspires you."--Imam Ali
Mungkin dari kalian ada yang mau berbagi, silahkan aja!
Kali ini aku mau berbagi sama kalian tentang pengalamanku di akhir semester kelas 9 ini. 1 bulan setengah lagi perang akan dimulai. 4 hari mematikan haa! Tentang persiapan secara materi aku belum siap semua kyyaa:v Persiapan mental Alhamdulillah aku udah siap. Udah segitu aja, intinya aku siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Aku punya target nilai tapi berusaha untuk tidak ambisius, nggak ngebet pengen dapet nilai sempurna. Keinginan sih ada, tapi aku mencoba untuk kalem dan tetep fokus sama tujuanku buat masuk di SMA yang aku inginkan.
Tentang pengalamanku di kelas 9 ini aku dapet banyak pelajaran berarti. Aku lebih dapet banyak ilmu nyata. Ilmu yang bisa aku terapin di kehidupan nyataku. Aku bisa lebih mengenal diri aku sendiri. Tentang bagaimana cara aku berteman juga mengalami perubahan. Aku belajar untuk tidak membela maupun menyudutkan salah satu pihak. Biasalah di suatu kelas pasti ada yang namanya grup, geng atau apapun namanya itu. Aku berusaha untuk netral tapi tetep berinteraksi sama orang. Dengan diriku yang sekarang aku lebih banyak berteman sama orang. Berusaha menghargai orang lain adalah tujuan utama dalam setahun terakhir kemarin. Dan Alhamdulillah aku bisa ketemu temen yang ternyata berbagai macam bentuk pemikiran.
Beda sama aku yang dulu, awal kelas 9, itu adalah masa di mana aku merasa berpikir tapi aku bingung aku sebenarnya lagi mikir apa. Aku lebih sering deg-deg an. Karena aku merasa kelas 9 adalah masa aku harus sering belajar dan menyendiri. Lebih paham tentang semua materi yang akan diujikan. Aku terlalu ambisius sama apa yang belum aku kerjakan. Aku mem-plan bahwa aku harus berprestasi di segala bidang. Aku merasa bahwa aku harus belajar siang malam tanpa henti. Ternyata pemikiranku waktu itu salah, aku malah nggak berbuat apa-apa terhadap planku itu. Aku nggak peduli sama keadaan di sekitarku, aku nggak pernah berinteraksi, aku cuek sama orang. Aku adalah tipe orang yang nggak suka basa-basi.
hufft.. Aku bersyukur banget sama diriku yang sekarang karena aku bisa melawan apa yang jelek dalam diriku dulu. Seakarng aku mau fokus sama apa yang harus aku kerjakan dan lebih banyak melakukan hal yang produktif dan positif. Tanpa ambisius dan impian yang muluk-muluk, aku takut aku terlalu terlena sama impianku dan nyatanya aku nggak melakukan hal apa-apa.
"Life is too short to learn all the knowledge that find attractive, so learn waht inspires you, only what inspires you."--Imam Ali
Mungkin dari kalian ada yang mau berbagi, silahkan aja!
tetap semangat semoga sukses
BalasHapusMakasih Kak.. Semoga sukses juga:v. Semoga bisa berduskusi lebih banyak.
Hapus