Manusia Budak Dunia?

Hufft... Maaf ya kalau aku nge post lagi hari ini.
Sebenarnya hari ini aku lagi pingin santai, merilekskan pikiranku supaya besok bisa fresh untuk Gladebersih UNBK. But.. Lagi, lagi, dan lagi. Entah kenapa otak dan hatiku nggak bisa tenang kalo denger hal tentang kemanusiaan. Entah sudah terbiasa atau apa, refleks aja seharian aku akan berpikir Walaupun masih melakukan aktivitas lain. Aku gak bisa bohong kalau hati dan pikiranku selalu berdebat setiap saat dan ya, paling sensitive kalau tentang kemanusiaan.
Aku bingung super duper bingung sama manusia sekarang, termasuk diri aku sendiri. Dengan segala sarana dan prasarana modern, manusia juga ikut memodernkan moral dan toleransi mereka supaya bisa lebih praktis, tapi nggak banyak juga yang bahkan menghilangkan sikap-sikap positive lainnya.
Ada juga yang menyalahkan pemerintah tentang hilangnya moral dan akhlak masyarakat negara ini. Dengan ke-Sok tahuan mereka, mereka asal njeplak aja, bilang kalau pemerintah kurang respect, nggak becus atau apalah terhadap dunia pendidikan dan sosial. Ya, mereka Sok tahu banget. Mereka nggak lihat apa, sekarang bahkan dari dulu mbah Ku lahir, akhlak dan moral itu tanggung jawab orang tua dan manusianya sendiri. Pemerintah dari dulu udah bantu banyak banget dalam memoralkan masyarakat Indonesia. Soekarno dengan pidatonya, B. J. Habiebie dengan semangatnya menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bisa maju dengan pesawatnya, Kartini dengan perjuangan menyetarakan wanita dan pria, dan masih banyak lagi. Coy, kita lahir bukan karena pemerintah, kita lahir dari orang tua kita, semua sama bersih. Nggak ada bedanya. Mau yang cacat apapun semua sama. Terus sekarang karena perbedaan fisik, harta, fashion, kepintaran, dan hal-hal dunia lain yang terus dijadikan standart high-quality manusia. Aku tahu nggak semua orang kayak gitu, aku paham betul.
Kebingunganku making menjadi ketika mereka mendapat hal keduniawian mereka yang katanya hasil usaha sendiri, aku nggak peduli tentang apapun yang dimilikinya. Tapi please kenapa dia harus memberi efek negative pada lingkungan yang awalnya tentram jadi kacau. Kenapa dia membuat nafas sesak dengan drama-drama low quality nya? Mereka memiliki ya sudah, gak usah menjadikan barang2nya itu tolak ukur bahwa dia adalah manusia dengan high-quality. Sebenarnya siapa sih, apa sih yang membuat dunia ini punya standart duniawi yang menenggalamkan fakta kemanusiaan. Yang buat aku bingung lagi adalah kenapa mereka harus merendahkan orang lain yang gak memiliki? Kenapa mereka setega itu?
Selama ini kita nggak sadar akan kelakuan kita sehari-hari. Saat bertemu orang baru atau yang lama nggak ketemu, point utama kita adalah, "apakah dia bertambah ganteng/cantik?" "Berapa kekayaanya sekarang?" dan hal-hal lain yang lagi-lagi tentang duniawi. Kita nggak sadar bahwa sebenarnya kita telah terlena dengan dunia, terlalu asyik dan nyaman dengan kenikmatan hingga lupa mensyukurinya. Kita lupa bahwa kita nggak sendiri, kita lupa bahwa manusia lain juga punya hati dan otak yang sama. Indonesia itu luas, besar, padat. Dengan jumlah manusia yang banyak dan beragam kita dipersatukan, lalu apakah hanya dengan kemodernan ini kita lantas melupakan persatuan kita, pancasila kita, pahlawan yang berjuang untuk kita? Dengan kebebasan dan kesetaraan yang ada pada dunia, apakah lantas kita mengabaikan hati nurani bahwa manusia bisa sakit hati Walaupun hanya sentilan kecil? Kita nggak pernah tahu apa yang dipikirkan orang lain ketika kita bertindak mencela mereka. Kita harusnya ingat bahwa kita sama. Indonesia, satu.
Jangan jadi kan diri kita budak dunia yang "iya iya" aja terhadap suatu kemajuan. Masak iya kita nggak malu sama diri kita sendiri kalau harus merendahkan orang lain yang nggak lain mereka sama manusianya, berarti sama aja kita menghina diri kita sendiri yang sama manusianya. Please guys, kita ini ada dunia, kita yang harusnya mengubah dunia bukan dunia yang mengubah kita. Kita sering lihat kan, berapa susahnya jadi budak, manusia sekarang sudah bisa berpikir tentang kesetaraan masak iya kita harus kembali ke jaman jahiliyah dengan perbudakan dan illegal nya perjualan manusia. Coy, kita modern kan kita nggak bodoh kan? Ayo dong, kita pandang manusia itu setara sama, jangan Karena harta lantas kita merendahkan mereka.
Udah segitu dulu, "jeplak-an Ku" hari ini. Maaf kalau terlalu kasar atau apa. Aku cuman ingin berbicara tentang keresahanku, kalau ada yang berpikir sama, bisa kok berduskusi sama aku. Atau kalau yang nggak setuju dan punya pikiran lain juga bisa berduskusi. Mari kita junjung persatuan dan kesetaraan.

~terimakasih~

Komentar